Sebagai seorang TKI yang pernah bekerja selama 2 tahun di Malaysia, Kuala Lumpur, saya ingin berbagi sedikit tentang negeri Jiran ini. Negara Tetangga kita ini kalau saya lihat jauh lebih maju dari Indonesia, Infrastruktur di bangun di setiap daerah. Kuala Lumpur tidak bisa di bandingkan dengan Jakarta. Di Kuala Lumpur setiap sudut sudah di hubungkan dengan Highway (Tol), jadi jika kita ingin pergi kemanapun jarak terasa lebih dekat.
Jika ada jalan yang rusak , kurang dari satu minggu oleh DBKL (Dewan Bandar Raya Kuala Lumpur) langsung diperbaiki . Berbeda dengan di Jakarta, jika ada Jalan yang rusak , mungkin bisa satu tahun atau juga harus tunggu Pilkada dulu.
Berbicara mengenai Global Brand malaysia, ada 5 brands dari malaysia yang sudah menjadi Global Brand, yang membawa & mengangkat nama Negara Malaysia di mata dunia.
- Petronas Berhad (Petrolium Nasional Berhad)
Petronas adalah perusahaan Oil dan Gas pemerintah Malaysia yang dibentuk tahun 1974, yang merupakan salah satu perusahaan Oil and Gas terbesar di dunia. Tahun 2009 menurut Fortune Global 500 Petronas ditempatkan di urutan 88 untuk perusahaan terbesar dunia.
Proses dibentuknya Petronas diawali dengan krisis di Timur Tengah dan adaya Embargo Minyak tahun 1971 oleh sejumlah negara arab. Hal ini membuat kenaikan harga minyak dunia yang sangat drastis sampai mencapai $12/BBL. Situasi ini membuat Pemerintah Malaysia mengambil inisiatif untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri. Sehingga pada tanggal 17 Augustus 1974 dibentuklah Petronas dengan tujuan agar menjamin sumber daya Migas di Malaysia dapat dikelola dengan benar dan yang pasti sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi Nasional.
Pada dasarnya Malaysia mengelola perminyakan dari Indonesia, dengan mengadopsi sistem Prdouction Sharing Contract (PSC) yang semula memang dicetuskan dan dikembangkan oleh Pertamina, tetapi dengan adanya dukungan dan kerjasama Petronas dengan Pemerintahnya serta iklim investasi yang kondusif, Petronas lebih berhasil dalam penerapannya. Sampai sekarang pun sudah terbukti. Jika kita bandingkan Petronas dengan Pertamina, perusahaan Migas kebanggaan Indonesia , rasanya sungguh tidak enak, Pertamina yang notabene lahir lebih dulu dan Petronas belajar dari Pertamina tetapi malahan Petronas lebih maju dari Pertamina.
2. AIRASIA
Menyangkut harga tiket murah, pasti tidak lepas dari Airasia. Ketika mengepakkan sayapnya di angkasa Airasia telah menjadi maskapai yang hemat biaya dan salah satu yang paling sukses se- asia. Awalnya Airasia dimiliki oleh Perusahaan DBR-HICOM milik kerajaan Malaysia, DBR-HICOM didirikan pada tahun 1996. Armada ini memiliki rencana ekspansi yang ambisus sejalan dengan pembentukan nya Tetapi rencana tersebut tidak berhasil sehubungan karena meninggalnya Tan Sri Yahya Ahmad karena kecelakaan Helicopter.
Konglomerat Malaysia ini pun terjerembap dalam krisis management, ditambah lagi krisis moneter yang melanda seluruh asia tahun 1997 membuat Airasia semakin merugi dan banyak terlibat hutang.
DBR-HICOM pun mencari seseorang gagah berani yang mampu menyelamatkan perusahaan ini. Selanjutnya datang Datuk Tony Fernandes, seorang darah segar dari industri musik yang merupakan fans berat klub Manchester United menyelamatkan DBR-Hicom dari krisis dengan mengambil alih perusahaan dengan RM 1juta atau 2,5 Milyar Rupiah. Inilah awal titik balik Airasia, di tangan Tony Fernandes lah kemudian Airasia yang kita kenal saat ini.
Sekilas mengenai Tony Fernandes
Datuk Tony Fernandes dilahirkan di Malaysia pada tahun 1964. Dia bersekolah Inggris pada tahun 1977 dan tinggal di sana selama 13 tahun. Setelah meninggalkan pekerjaan sebagai auditor, dia mengirim resume di perusahan rekaman. Dia mendapat pekerjaan di bagian keuangan di departemen televisi virgin. Dia bekerja di perusahaan itu selama 2 tahun 1987 sampai 1989. Pada tahun 1996, dia menjadi regional Managing Director ASEAN. Dia memegang posisi itu sampai tahun 1999, kemudian naik posisi menjadi Vice President di Warner di Warner Music Southeast Asia. Ia memegang posisi itu sampai tahun 2001.
Selain menjabat CEO (Chief Executive Officer) Airasia Tony Fernandes juga sekarang Leader Tim F1 Lotus Malaysia. Kabar terakhir persaingan antara Airasia dengan Virgin air perusahaan milik Konglomerat Inggris, Richard Bronson berlanjut sampai ke Formula 1 (Virgin team & Lotus Team). Sebelum musim F1 2010 di mulai dua orang konglomerat ini bertaruh. Jika Airasia menjuarai F1 maka Richard Bronson akan menjadi pramugari di Airasia begitu juga sebaliknya jika Virgin team yang memenangi F1. Menarik untuk diikuti….. …….
3. MAXIS
Jika ada yang sering menonton EPL (English Premiere League) di Astro sports, pasti tidak asing lagi sama Maxis logo diatas (maxis), ya .Maxis adalah salah satu sponsor utama EPL. Sejak tahun lalu Maxis sudah melakukan ekspan ke Inggris dan sudah mempunyai jutan pelanggan.
Pemilik Maxis adalah Ananda Krishnan, seorang Indian Malaysia yang memegang 22% saham an sisanya di miliki oleh usaha Teguh, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Ananda Krishnan & Tabung Amanah Tuan Fuad Stephen. Pada tahun 2009 Majalah Forbes Asia menempatkan Ananda Krishnan sebagai orang terkaya di Malaysia no -3 di bawah Robert Kuok .
4. PROTON
Kalau anda pergi ke Malaysia, yang kita bukan mobil Toyota atau Honda, atau mobil buatan Jepang dan Korea yang banyak di pakai oleh orang Malaysia, melainkan Proton, produk otomotif buatan dalam negeri meeka sendiri. Di samping maintenence dan harga yang murah, tetapi juga kualitas tidak kalah dengan produk otomotif made in Japan atau Eropa. Hanya dengan duit RM25000, anda sudah boleh mendapatkan satu mobil sedan merk proton saga Model baru.
PROTON atau Perusahaan Otomobil Nasional) di didirikan pada tahun 1983, gagasan di balik pendirikan Proton adalah DR Tun Mahatir Muhammad, Perdana Menteri saat itu. Mahatir Muhammad mempunyai Visi untuk membawa Malaysia menjadi negara perindustrian. Proyek ini kemudian di jalankan oleh Perbadanan Industri Berat Malaysia yang menggalang kerjasama dan menandatangani perjanjan dengan Mitsubishi Motors, Jepang.
Proton bukan saja memasarkan produknya di dalam Negeri tetapi sudah memasarkan produknya sampai ke UK dan Eropa, bahkan Mobil Polisi di Inggris sebagian ada yang memakai mobil bermerek Proton.
Tahun 1996, Proton sukses mengakuisisi 63,7 % kepemilikan Lotus Group International Limited, perusahaan otomotif dari Inggris. Dengan akuisisi ini praktis produk-produk keluaran proton mengadopsi teknologi dari Lotus sekaligus meningkatkan daya saing proton dengan perusahaan otomotif dari Eropa dan Jepang.
Disamping Proton, Malaysia juga mempunyai perusahaan Otomotif nasional yaitu : Perodua kependekan dari Perusahaan Otomotif Kedua, yang bekerjasama dengan Daihatsu Motor, Jepang. Awal tahun 2009 Pemerintah Malaysia memutuskan untuk melakukan merger kedua perusahaan otomotif nasionalnya ini di bawah payung Proton Holding. Merger dari ke-2 perusahaan ini akan membawa hasil positif dan tidak mustahil Proton Holding menjai salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia bersaing dengan Toyota dan General Motors.
-Willy –


























