Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2016

Sebagai  seorang TKI yang pernah bekerja selama 2 tahun di Malaysia, Kuala Lumpur, saya ingin berbagi sedikit  tentang negeri Jiran ini.  Negara Tetangga kita ini  kalau saya lihat  jauh lebih maju dari Indonesia, Infrastruktur di bangun di setiap daerah. Kuala Lumpur tidak bisa di bandingkan  dengan Jakarta.  Di Kuala Lumpur setiap sudut  sudah di hubungkan dengan Highway (Tol), jadi  jika kita ingin pergi kemanapun jarak  terasa lebih dekat.

Jika ada jalan yang rusak ,  kurang dari  satu minggu  oleh DBKL  (Dewan Bandar Raya Kuala Lumpur) langsung  diperbaiki . Berbeda dengan  di Jakarta, jika ada Jalan yang rusak , mungkin bisa satu tahun  atau juga harus tunggu Pilkada dulu.

Berbicara   mengenai  Global Brand malaysia,  ada  5 brands dari malaysia yang sudah menjadi Global Brand, yang membawa & mengangkat  nama Negara  Malaysia di mata dunia.

  1. Petronas Berhad (Petrolium Nasional Berhad)

Petronas  adalah  perusahaan Oil dan Gas pemerintah  Malaysia  yang  dibentuk tahun 1974, yang  merupakan salah satu perusahaan Oil and Gas terbesar di dunia. Tahun 2009 menurut Fortune Global 500  Petronas ditempatkan di urutan 88 untuk  perusahaan terbesar dunia.

Proses  dibentuknya  Petronas   diawali dengan   krisis di Timur Tengah  dan  adaya  Embargo Minyak tahun 1971 oleh sejumlah negara  arab.  Hal ini membuat kenaikan harga minyak dunia yang sangat drastis  sampai mencapai  $12/BBL.  Situasi ini membuat Pemerintah Malaysia mengambil inisiatif untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri.  Sehingga  pada tanggal 17 Augustus 1974 dibentuklah Petronas  dengan tujuan agar menjamin  sumber daya Migas di Malaysia dapat dikelola dengan benar dan yang pasti sejalan dengan kebutuhan dan aspirasi Nasional.

Pada  dasarnya  Malaysia mengelola perminyakan dari Indonesia,  dengan mengadopsi  sistem Prdouction Sharing Contract (PSC) yang semula memang dicetuskan dan dikembangkan oleh Pertamina, tetapi dengan adanya dukungan dan  kerjasama Petronas dengan Pemerintahnya serta iklim investasi yang kondusif, Petronas lebih berhasil dalam penerapannya.  Sampai sekarang pun sudah terbukti.  Jika kita bandingkan Petronas  dengan Pertamina, perusahaan Migas kebanggaan Indonesia , rasanya sungguh tidak enak, Pertamina yang notabene lahir lebih dulu dan Petronas belajar dari Pertamina tetapi malahan Petronas lebih maju  dari Pertamina.

2. AIRASIA

Menyangkut  harga tiket  murah, pasti tidak  lepas  dari Airasia.  Ketika mengepakkan sayapnya di angkasa Airasia telah menjadi maskapai yang hemat biaya dan  salah satu yang paling sukses se- asia.  Awalnya Airasia  dimiliki oleh Perusahaan DBR-HICOM milik kerajaan Malaysia, DBR-HICOM didirikan pada tahun 1996. Armada ini memiliki rencana ekspansi yang ambisus sejalan dengan pembentukan nya Tetapi rencana tersebut tidak berhasil  sehubungan karena  meninggalnya  Tan Sri Yahya Ahmad karena kecelakaan Helicopter.

Konglomerat  Malaysia ini pun terjerembap dalam krisis management, ditambah lagi krisis moneter yang melanda seluruh asia tahun 1997 membuat Airasia semakin  merugi dan banyak terlibat  hutang.

DBR-HICOM pun mencari seseorang  gagah berani yang  mampu menyelamatkan  perusahaan ini. Selanjutnya datang Datuk Tony Fernandes, seorang darah segar dari industri musik yang merupakan fans berat klub Manchester United menyelamatkan DBR-Hicom dari krisis dengan mengambil  alih perusahaan dengan RM 1juta atau 2,5 Milyar Rupiah.  Inilah awal titik balik  Airasia, di tangan Tony Fernandes lah  kemudian Airasia  yang  kita kenal saat ini.

Sekilas mengenai  Tony Fernandes

Datuk  Tony Fernandes  dilahirkan di Malaysia pada tahun 1964.  Dia bersekolah Inggris  pada  tahun 1977 dan tinggal di sana selama 13 tahun. Setelah meninggalkan  pekerjaan sebagai  auditor, dia mengirim resume di perusahan rekaman. Dia mendapat pekerjaan di bagian keuangan di departemen televisi  virgin.  Dia bekerja di perusahaan itu selama 2 tahun  1987 sampai 1989.  Pada tahun 1996, dia menjadi regional Managing Director ASEAN. Dia memegang posisi itu sampai tahun 1999, kemudian naik posisi menjadi Vice President di Warner di Warner Music  Southeast  Asia.  Ia memegang posisi itu sampai tahun 2001.

Selain menjabat  CEO  (Chief Executive Officer) Airasia Tony Fernandes juga  sekarang  Leader Tim F1 Lotus Malaysia.  Kabar terakhir  persaingan antara Airasia dengan Virgin air perusahaan milik Konglomerat Inggris, Richard Bronson berlanjut sampai ke Formula 1 (Virgin team & Lotus Team).  Sebelum  musim  F1  2010 di mulai  dua orang konglomerat  ini  bertaruh.  Jika Airasia menjuarai F1 maka Richard Bronson akan menjadi pramugari di  Airasia begitu juga sebaliknya  jika Virgin team  yang memenangi  F1. Menarik untuk diikuti….. …….

3. MAXIS

Jika  ada yang sering menonton EPL (English Premiere League) di Astro sports, pasti tidak asing lagi sama Maxis logo diatas (maxis), ya .Maxis adalah salah satu sponsor utama EPL. Sejak tahun lalu Maxis sudah melakukan ekspan ke Inggris dan sudah mempunyai  jutan pelanggan.

Pemilik Maxis adalah Ananda Krishnan, seorang  Indian Malaysia yang memegang 22% saham an sisanya di miliki oleh usaha Teguh, sebuah perusahaan yang dimiliki oleh Ananda Krishnan &  Tabung Amanah Tuan Fuad Stephen.  Pada tahun 2009 Majalah Forbes Asia menempatkan  Ananda Krishnan  sebagai orang terkaya di Malaysia no -3  di bawah Robert Kuok .

4. PROTON

Kalau  anda pergi ke Malaysia,  yang kita  bukan  mobil Toyota atau Honda, atau mobil buatan Jepang dan Korea yang banyak di pakai oleh  orang Malaysia, melainkan  Proton,   produk otomotif buatan dalam negeri meeka sendiri. Di samping maintenence dan harga yang murah, tetapi juga  kualitas tidak  kalah dengan produk otomotif  made in Japan atau Eropa. Hanya  dengan duit RM25000, anda sudah boleh mendapatkan satu mobil sedan merk  proton saga  Model baru.

PROTON atau Perusahaan Otomobil  Nasional) di didirikan pada tahun 1983, gagasan di balik  pendirikan Proton adalah  DR Tun Mahatir Muhammad, Perdana Menteri saat itu. Mahatir Muhammad mempunyai Visi untuk  membawa Malaysia  menjadi negara perindustrian.  Proyek ini kemudian di jalankan oleh Perbadanan Industri Berat Malaysia  yang menggalang kerjasama  dan menandatangani perjanjan dengan Mitsubishi Motors, Jepang.

Proton bukan saja memasarkan produknya di dalam Negeri tetapi sudah memasarkan produknya sampai ke UK dan Eropa, bahkan Mobil Polisi  di Inggris sebagian ada yang memakai  mobil bermerek Proton.

Tahun 1996, Proton sukses mengakuisisi  63,7 % kepemilikan  Lotus Group International Limited, perusahaan otomotif  dari Inggris.  Dengan akuisisi ini praktis produk-produk keluaran proton mengadopsi teknologi dari  Lotus sekaligus meningkatkan daya saing proton dengan perusahaan otomotif dari Eropa dan Jepang.

Disamping  Proton, Malaysia juga mempunyai perusahaan Otomotif  nasional yaitu : Perodua  kependekan dari Perusahaan Otomotif Kedua, yang bekerjasama dengan Daihatsu  Motor, Jepang.  Awal tahun 2009 Pemerintah Malaysia memutuskan untuk  melakukan merger   kedua perusahaan otomotif  nasionalnya ini di bawah payung Proton Holding.  Merger dari ke-2 perusahaan ini akan membawa hasil  positif  dan  tidak mustahil Proton Holding  menjai salah satu perusahaan otomotif  terbesar di dunia bersaing dengan Toyota  dan General Motors.

-Willy –

Read Full Post »